Registrasi kartu prabayar, efektifkah?

Ada beberapa poin yg jadi perhatian saya mengenai registrasi kartu prabayar. Poin-poin ini saling bersambung ya.

1. Registrasi kartu prabayar saat ini dilakukan hanya dengan dengan menginput NIK dan KK tanpa ada otentikasi yang memeriksa kebenaran pemilik NIK/KK tersebut.

2. Tujuan registrasi adalah untuk meminimalkan kemungkinan penyalahgunaan simcard prabayar (penipuan, spam, ancaman dsb).

3. Bagaimana kira-kira perilaku pelaku penyalahgunaan kartu ini? Mereka biasanya berulang-ulang melakukan rangkaian tindakan membeli kartu prabayar, melakukan aksi beberapa saat, dan membuang kartu.

4. Balik ke tujuan utama, maka perilaku seperti no 3 inilah yg harus dicegah. Apakah pendaftaran NIK/KK dapat mencegah hal ini?

5. Orang yg memang dari awal berniat melakukan penyalahgunaan sangat kecil kemungkinan melakukan registrasi dengan NIK/KK miliknya sendiri. Dia akan mencari NIK/KK orang lain untuk didaftarkan. Banyak sumber data dan cara untuk melakukan hal ini.

6. Karena alasan nomor 5, saya beranggapan bahwa proses registrasi yg sedang berlangsung tidak akan mengantarkan kita pada tujuan utama.

7. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, otentikasi yg memeriksa keabsahan pemilik NIK/KK mutlak diperlukan. Pemindaian sidik jari dapat digunakan untuk keperluan ini.

8. Untuk pindai sidik jari, pengguna harus datang ke gerai layanan. Apa tidak rumit? Ya betul, pasti rumit. Karena itu sangat disarankan agar kewajiban registrasi ini di awal hanya diberlakukan untuk pengguna kartu prabayar baru. Mengapa demikian?

9. Alasannya balik ke perilaku pelaku penyalahgunaan di no 2 dan 3. Pelaku cenderung berganti-ganti kartu. Sementara itu, pengguna yang tidak cenderung berganti kartu akan kecil kemungkinannya melakukan penyalahgunaan.

10. Pengguna kartu-lama dapat diberi sanksi pemblokiran jika terbukti melakukan penyalahgunaan. Untuk mengakses layanan kembali, pengguna ini harus membeli kartu baru dan melakukan registrasi (dengan otentikasi).

11. Berikutnya barulah pengguna lama secara bertahap didorong untuk memasukkan identitas yg valid, tentu dengan proses otentikasi.

Kesimpulannya, registrasi seharusnya menggunakan otentikasi dan untuk sementara hanya diberlakukan untuk pelanggan kartu prabayar baru. Cara ini sudah cukup menekan penyalahgunaan kartu secara signifikan. Dengan otentikasi, risiko tambahan yakni penggunaan NIK/KK orang lain untuk registrasi juga bisa ditekan.

Link berikut juga bagus untuk dibaca:

https://news.bbm.com/id/tekno/liputan6-com/articles/415959

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s