Apa sejatinya ‘kesadaran’?

Ada buku yang sangat menarik: Brief Peeks Beyond: Critical Essays on Metaphysics, Neuroscience, Free Will, Skepticism and Culture.

 

Buku yg sungguh layak dibaca. Memang bukan sekedar bacaan ringan di waktu senggang. Buku diantaranya membahas ‘kesadaran’ dan ‘kehendak bebas’, hal-hal yg seringkali dianggap di luar jangkauan sains empirik. Jika memang di luar jangkauan sains empirik, maka apakah kemudian masih punya nilai untuk dibahas? Highly recommended!!

Sekilas isi buku ini (Bab 3):

Hasil penelitian terhadap kesadaran saat ini menyatakan bahwa fenomena kesadaran sebagai ‘hard science’. Tidak ada penjelasan yang memuaskan bagaimana kesadaran ini dapat tersusun ataupun terbentuk dari mekanisme yang lebih fundamental yakni mekanisme fisik ataupun biologis. Metodologi reduksionis-empiris dari sains sejauh ini gagal memberikan jawaban mengenai bagaimana terbentuknya dan apakah sebenarnya realitas kesadaran.

Pendapat yang umum berkembang adalah bahwa kesadaran merupaka sesuatu yg terbentuk dari dinamika fisik ataupun biologis yakni otak. Diantaranya, kesadaran disebut sebagai ’emergence properties’ yg muncul dari dinamika otak yang sangat kompleks. Penjelasan ’emergence properties’ ini dianggap lemah karena menganggap bahwa kesadaran muncul begitu saja dan bahwa sifat-sifat dinamika sistem kompleks tadi tidak sesuai dengan pengalaman kesadaran yang simple dan subyektif. Karena itulah sebagian saintis akhirnya berpendapat bahwa kesadaran adalah sekedar ilusi belaka dan lebih jauh lagi bahwa kesadaran itu sejatinya ‘tidak ada’.

Penulis berpandangan bahwa ‘hard problem of consciousness’ muncul karena adanya beberapa kekeliruan:
1. Anggapan bahwa keberadaan kesadaran adalah sesuatu yg harus dibuktikan. Ini keliru, karena justru kesadaran itu adalah wadah yang menampung semua pengalaman, sensasi, pengetahuan dan sebagainya. Keberadaan kesadaran ini lebih jelas dibandingkan pengetahuan dan pengalaman yang lain. Menarik ketika penulis menanggapi saintis yang menganggap kesadaran hanya ilusi belaka dengan mengatakan: “Seandainya benar bahwa kesadaran itu adalah ilusi belaka, lalu siapakah subyek yang ‘mengalami’ ilusi tersebut?”.

2. Pandangan umum bahwa kesadaran terkungkung di dalam otak ataupun tubuh fisik subyek. Ini keliru. Penulis justru berpandangan bahwa ‘kesadaran’ itu meliputi tubuh subyek. Kesadaran bukanlah muncul dari dinamika otak, namun dinamika otak adalah justru penampakan fisik dari kesadaran.

3. Pandangan umum bahwa kerangka keberadaan adalah ruang fisik dan waktu. Jika ‘kesadaran’ ada maka keberadaannya harus di suatu tempat. Ini keliru menurut penulis. Ruang, waktu, tubuh, otak merupakan pengalaman yang diwadahi oleh kesadaran. Kesadaran itu ‘ada’, namun keberadannya tidak dalam kerangka ruang dan waktu.

Penulis selanjutnya mengajukan pandangan ontologisnya sendiri yakni bahwa kesadaran merupakan ‘bahan’ dasar pembentuk realitas. Bahwa berbagai benda adalah ‘riak-riak’ kesadaran dan bahwa individu adalah ‘pusaran’ kesadaran.

Masih lanjut membaca…

 

Link buku:

https://www.amazon.com/Brief-Peeks-Beyond-Metaphysics-Neuroscience/dp/1785350188/ref=redir_mobile_desktop?ie=UTF8&keywords=brief%20peeks%20beyond&pi=SY200_QL40&qid=1471266275&ref_=mp_s_a_1_1&sr=8-1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s