Ayo naik sepeda!

Alfia sedang mencoba cara baru untuk naik sepeda roda tiga.

dsc00228.jpg 100_3424.jpg

6 pemikiran pada “Ayo naik sepeda!

  1. Melihat anak belajar sesuatu memang mengasyikkan. Tapi kalau sudah mulai naik-naik, nah disitulah gak boleh lengah, ya mas. Selama tidak benar-benar membahayakan. Soalnya melarang juga bukan cara yang baik.

    @ Rayyan: baru tahu Mas Amir hobi ngebut, haha

  2. Bud, inget diskusi kita tentang teori pembelajaran dulu nggak?
    Yang sampai lama, dan aku berkeras bahwa manusia tidak melulu menggunakan proses itu. Manusia memungkinkan terjadinya sesuatu loncatan yang tanpa ada referensi sama sekali. Waktu itu aku nggak bisa membuktikan, aku hanya yakin.
    Tapi kemudian aku melihat suatu kejadian Bud. Ponakanku (masih 2 tahun-an lah) melakukan sesuatu yang tidak pernah dia lihat. Tapi ternyata itu hal yang dilakukan oleh kakeknya:D. Saat itu aku langsung tertawa karena aku melihat ini bukti untuk debat kita waktu itu:D.
    Anaknya Harun juga. Ternyata dia memiliki kebiasaan unik yang ternyata itu dulu dilakukan oleh adiknya Harun waktu kecil. Jadi, manusia tidak melulu melakukan pembelajaran seperti teori yang kamu sampaikan itu. Bukti yang kutemukan sejauh ini memang baru sesuatu yang ada pertalian darahnya. Tapi aku percaya akan ada hal-hal yang benar-benar baru, tanpa ada referensi sebelumnya, dan ini merupakan ilham yang diberikan oleh Tuhan. Then, manusia tidak akan kalah oleh komputer:-)

  3. Ping balik: Bagaimana kita belajar? (ngobrol2 tentang teori pengetahuan) « Hidup ini indah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s