Menulis adalah kebutuhan(ku)?

Beberapa hari ini saya membaca beberapa blog yang menarik di internet, diantaranya: blognya Pak Kuncoro (kun.co.ro) dan Pak Khairul (khairulu.blogspot.com), Yuti Ariani, Pak Budi Raharjo dll. Tadinya hanya selingan karena lagi jenuh dengan tugas-tugas rutin (kemarin juga main bulu tangkis setelah sekian lama tidak main, its my hobby..). Membaca tulisan mereka yang menarik, saya jadi ingin mulai menulis. Ada keinginan yang membuncah-buncah (sebenarnya ada gak ya kosa kata ini…? maksudnya: bergejolak) untuk mulai menulis. Beberapa blog itu mengajari saya beberapa hal:

  1. Hal menarik dan inspiratif tidak harus sesuatu yang sangat penting dan serius. Mengamati hal-hal kecil dan menuliskannya dapat membantu kita untuk memetik pelajaran yang berharga dan mengabadikannya. Menulis… menulis…. Banyak sekali hal-hal, kecil dan besar yang sering melintas di benak saya. Terkadang sangat menarik perhatian (sampai termenung dan berpikir keras…), namun kemudian lewat begitu saja, tanpa diabadikan, dan digali lebih jauh lagi. Sayang banget… Dua tahun lalu pernah buat blog tapi isinya hanya satu tulisan pembuka.
  2. Komunitas yang kuat, diskusi hangat, persahabatan dapat terbentuk melalui blog. Saya sih termasuk orang yang tidak terlalu luwes bergaul dan efeknya kurang banyak memiliki teman. Di sisi lain, saya sangat menikmati diskusi yang intens, tukar pikiran, tukar informasi, tukar ide. Jadi saya pikir, sangat baik jika saya mulai menulis, dan selanjutnya ikutan komunitas blogger. Asik juga… Setidaknya bisa punya banyak teman melalui blog.
  3. Jangan-jangan menulis juga termasuk hobby saya…, he…he…. Saya yakin para blogger, seperti pak Khairul dan Kuncoro, sangat hobby menulis. Di dalamnya, secara implisit, juga ada hobby membagi ilmu, hobby mencari ilmu, mendengarkan pendapat orang lain.

Saya amati, istri saya juga suka mengabadikan pengalaman-pengalaman sehari-harinya dalam tulisan, puisi ataupun prosa. Belakangan hobbynya ini mulai menghilang, mungkin karena sibuk (sepertinya sejak menikah dengan saya…, he2. Kok bisa begini??) Kemarin saya mulai mendorongnya untuk mulai menulis lagi. Sepertinya dia tertarik. Asik deh!

Thanks untuk para leluhur-leluhur saya, para blogger!Ya Allah, saya bertobat dari segala kemalasan untuk menulis. Amin. OK. Saya coba untuk mulai menulis. Semangat!!

4 pemikiran pada “Menulis adalah kebutuhan(ku)?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s