Arsip untuk curhat

TERROR yg sukses via UN

Sangat prihatin setelah baca berita-berita ini: Ketika Pensil Anak-anak Itu Tidak Bergerak, Polisi Sita Lembar Jawaban Siswa, Puluhan Peserta Ribut dengan Pengawas Ujian, Penangkapan Densus 88 Dinilai Berlebihan.

Lebih dari sekedar menguji kemampuan akademis siswa, pelaksanaan UN tampaknya juga ditujukan untuk menguji daya tahan siswa, guru dan orang tua siswa dari TERROR. Saya sangat menentang kecurangan di dunia pendidikan dalam bentuk apapun. Namun, apakah perlu Densus 88 turun langsung untuk mengamankan UN? Kenapa tidak sekalian saja menurunkan tentara dgn senjata lengkap sebagai pengawas ujian?

Makin resah setelah membaca ini: Mendiknas Bantah Soal UN Bocor. Apakah membocorkan soal merupakan satu2nya cara untuk curang? Jangan2 kesibukan Mendiknas dari tahun ke tahun hanyalah melaksanakan UN dan mencegah kebocoran UN. Mendiknas tampaknya sangat sukses menjadikan UN sebagai THE ULTIMATE GOAL pendidikan di Indonesia.

Silahkan saja siswa dan guru bekerja sama dalam bentuk apapun (termasuk melaksanakan kecurangan) untuk lulus UN. Tapi ingat, kami tidak segan-segan mengerahkan pasukan anti terror untuk mencegah segala bentuk kecurangan!

Komentar (7)

Si lucu sedang eksyen…

Seneng banget memperhatikan wajah anakku kalau sedang ketawa-ketiwi. Umurnya baru enam bulan tapi ekspresinya sudah aneh-aneh. Belum lagi kalau lagi cerewet,suara aneh-aneh bakal muncul dari celotehnya. Pokoke lucu banget

Hai!

aku cantik kan...

Komentar (2)

Tugas dan stres

Aku sedang menyiapkan diriku untuk menghadapi stres di hari-hari mendatang. Biasa…, menangani kerjaan tim proyek yang krisis. Aku harus turun tangan dan semoga semuanya bisa baik.

Menghadapi stres?

Aku memulai dengan berusaha menyadari dan mengakui semua yang aku rasakan. Ternyata dalam diriku ada rasa takut, cemas, semangat, optimis, campur-campur… Dengan mengakui dan menyadari semuanya aku berharap dapat menghadapi kondisi internal diriku secara tepat, menilai mana-mana yang positif ataupun negatif. Biasanya kondisi internal ini yang membuatku kadang tidak tahan stres. Kemudian aku mulai menjalankan tugas-tugasku, sambil tetap sadar, awas dan waspada dengan semua sinyal internal dari dalam diriku.

Kadang  muncul juga: sekilas sombong…, menyalahkan orang lain… Yang negatif-negatif gini harus dimusnahkan pelan-pelan. Allah, ampuni aku, sertai aku untuk mengalahkan diriku..

Tinggalkan sebuah Komentar

Is it the good life?

Hidup yang penuh. That’s all I want. Tak sekedar menjalani, juga merasai, sadar. Ingin sebuah rasa yang meliputi rasa-rasa biasa. Semacam rasa yang memenuhi semesta. Menapak pucuk-pucuk pengalaman, mengabdi, mencinta. Tak sekedar melangkah, juga menikmati tiap tapak, segala yang mendera telapak, ingin kurasai.

Komentar (1)

Menulis adalah kebutuhan(ku)?

Beberapa hari ini saya membaca beberapa blog yang menarik di internet, diantaranya: blognya Pak Kuncoro (kun.co.ro) dan Pak Khairul (khairulu.blogspot.com), Yuti Ariani, Pak Budi Raharjo dll. Tadinya hanya selingan karena lagi jenuh dengan tugas-tugas rutin (kemarin juga main bulu tangkis setelah sekian lama tidak main, its my hobby..). Membaca tulisan mereka yang menarik, saya jadi ingin mulai menulis. Ada keinginan yang membuncah-buncah (sebenarnya ada gak ya kosa kata ini…? maksudnya: bergejolak) untuk mulai menulis. Beberapa blog itu mengajari saya beberapa hal:

  1. Hal menarik dan inspiratif tidak harus sesuatu yang sangat penting dan serius. Mengamati hal-hal kecil dan menuliskannya dapat membantu kita untuk memetik pelajaran yang berharga dan mengabadikannya. Menulis… menulis…. Banyak sekali hal-hal, kecil dan besar yang sering melintas di benak saya. Terkadang sangat menarik perhatian (sampai termenung dan berpikir keras…), namun kemudian lewat begitu saja, tanpa diabadikan, dan digali lebih jauh lagi. Sayang banget… Dua tahun lalu pernah buat blog tapi isinya hanya satu tulisan pembuka.
  2. Komunitas yang kuat, diskusi hangat, persahabatan dapat terbentuk melalui blog. Saya sih termasuk orang yang tidak terlalu luwes bergaul dan efeknya kurang banyak memiliki teman. Di sisi lain, saya sangat menikmati diskusi yang intens, tukar pikiran, tukar informasi, tukar ide. Jadi saya pikir, sangat baik jika saya mulai menulis, dan selanjutnya ikutan komunitas blogger. Asik juga… Setidaknya bisa punya banyak teman melalui blog.
  3. Jangan-jangan menulis juga termasuk hobby saya…, he…he…. Saya yakin para blogger, seperti pak Khairul dan Kuncoro, sangat hobby menulis. Di dalamnya, secara implisit, juga ada hobby membagi ilmu, hobby mencari ilmu, mendengarkan pendapat orang lain.

Saya amati, istri saya juga suka mengabadikan pengalaman-pengalaman sehari-harinya dalam tulisan, puisi ataupun prosa. Belakangan hobbynya ini mulai menghilang, mungkin karena sibuk (sepertinya sejak menikah dengan saya…, he2. Kok bisa begini??) Kemarin saya mulai mendorongnya untuk mulai menulis lagi. Sepertinya dia tertarik. Asik deh!

Thanks untuk para leluhur-leluhur saya, para blogger!Ya Allah, saya bertobat dari segala kemalasan untuk menulis. Amin. OK. Saya coba untuk mulai menulis. Semangat!!

Komentar (3)