Beranda > renungan > meyakini Tuhan

meyakini Tuhan

Ini bukan tulisan panjang. Barusan baca buku Donny Gahral Adian, Percik Pemikiran Kontemporer dan nemu beberapa terminologi di akhir bab 1:

  1. Ateisme : paham yang menyangkal keberadaaan Tuhan berdasarkan bukti-bukti rasional.
  2. Agnotisisme : paham yang tidak menyangkal maupun membenarkan keberadaan Tuhan, karena hal itu berada di luar jangkauan/kemampuan inderawi dan rasio manusia.
  3. Fideisme : paham yang menyatakan bahwa pengetahuan religius (termasuk: keyakinan pada Tuhan) hanya dapat dijustifikasi atau ditetapkan berdasarkan iman, bukan akal budi.
  4. Panteisme : paham yang menyatakan bahwa alam semesta adalah Tuhan dan Tuhan adalah alam semesta. Tidak ada perbedaan antara pencipta dan ciptaan, Tuhan berada di manapun, di dalam segala sesuatu, dan adalah segala sesuatu.
  5. Deisme : paham yang menyatakan bahwa setelah menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, Tuhan menarik diri dan tidak memainkan peran di dalamnya. Tuhan digambarkan seperti seorang pembuat jam yang kemudian pensiun

Keyakinan saya termasuk yg mana ya? Keyakinan pembaca? Tidak masuk yg manapun? Atau ada alternatif yg lain?

Categories: renungan
  1. Tara
    April 24, 2009 pada 10:44 am | #1

    Paham yang membenarkan Tuhan berdasarkan bukti-bukti rasional, masuk mana tuh? Atau belum ada namanya? Kenapa belum ada?

  2. April 26, 2009 pada 7:19 am | #2

    Iya bener belum ada di daftar di atas. Mestinya ada namanya ya.., karena sepanjang sejarah memang banyak orang-orang yang mencoba membuktikan Tuhan secara rasional, misalnya seperti yang dilakukan oleh Harun Yahya. Ada yang tahu namanya??

  3. April 26, 2009 pada 10:58 pm | #3

    Ga harus ada nama juga gpp kok, yang penting sampai pada tujuan pencarian Tuhan. Pembuktian kan cuman alat bantu saja… mudahan nanti ada yang kasih usulan namanya ya..

  4. Desember 18, 2009 pada 6:57 am | #4

    setau saya Harun Yahya, justru memutar balikan fakta-fakta dan penentang paling vokal terhadap ilmu pengetahuan, seperti hukum darwin : teori evolusi, dan seleksi alam.

    dan memaksakan kalau Al-Quran adalah kebenaran falid dan empiris serta merupakan jawaban dari semua pertanyaan kaum Atheist. (yang tentu merupakan sebuah sikap yang laiknya dianut oleh para kaum fundamentalis dan fanatis).

    Agama dan Logika pastilah selalu berseberangan.

    Atheist memiliki segudang bukti berupa kajian, fosil, tulisan, fakta di lapangan, dan akhirnya menarik kesimpulan yang menjelaskan dengan gamblang bahwa setiap spesies di muka bumi mengalami evolusi dan seleksi alam dalam rentang jutaan tahun. tidak ada peran Tuhan / Allah dalam men-design makhluk hidup. karena setiap spesies bertahan dan berubah akibat proses evolusi dan seleksi alam. the fittest who survive merupakan tag-line dari evolusi dan seleksi alam.

    sementara Agama hanya menawarkan Adam dan Hawa sebagai manusia pertama, tanpa bukti otentik secuilpun, tanpa kajian, tanpa fakta di lapangan. hanya berupa iman untuk menerima dan meyakininya. (fideisme)

  5. Desember 20, 2009 pada 1:51 am | #5

    wah soal kepercayaan aku cuma tahu dari ortu, alias nurun.

  6. Juli 6, 2010 pada 2:32 am | #6

    pupuk organik : petani di klaten Kecamatan Ceper, membuktikan dgn pupuk organik dpt menyelamatkan padi dr serangan wereng.

  7. azri
    Februari 4, 2012 pada 1:25 pm | #7

    pusing gw. tpi intinya ISLAM ADALAH YG PLING BNAR LAH,

  8. Februari 7, 2012 pada 12:01 pm | #8

    Dilarang ngomongin Tuhan, dosa lho .. boleh ngomongin Tuhan asal yang baik2 aja ..

    numpang promo sodara hehe …
    http://thesmilingchickpea.wordpress.com/2012/02/06/menuntut-ilmu-via-jembatan-maut/

  1. Belum ada trackback.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.