Arsip untuk April, 2009

meyakini Tuhan

Ini bukan tulisan panjang. Barusan baca buku Donny Gahral Adian, Percik Pemikiran Kontemporer dan nemu beberapa terminologi di akhir bab 1:

  1. Ateisme : paham yang menyangkal keberadaaan Tuhan berdasarkan bukti-bukti rasional.
  2. Agnotisisme : paham yang tidak menyangkal maupun membenarkan keberadaan Tuhan, karena hal itu berada di luar jangkauan/kemampuan inderawi dan rasio manusia.
  3. Fideisme : paham yang menyatakan bahwa pengetahuan religius (termasuk: keyakinan pada Tuhan) hanya dapat dijustifikasi atau ditetapkan berdasarkan iman, bukan akal budi.
  4. Panteisme : paham yang menyatakan bahwa alam semesta adalah Tuhan dan Tuhan adalah alam semesta. Tidak ada perbedaan antara pencipta dan ciptaan, Tuhan berada di manapun, di dalam segala sesuatu, dan adalah segala sesuatu.
  5. Deisme : paham yang menyatakan bahwa setelah menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, Tuhan menarik diri dan tidak memainkan peran di dalamnya. Tuhan digambarkan seperti seorang pembuat jam yang kemudian pensiun

Keyakinan saya termasuk yg mana ya? Keyakinan pembaca? Tidak masuk yg manapun? Atau ada alternatif yg lain?

Komentar (3)

Ujaran Imam Sadiq

This is a such  beautiful quote:

Imam Sadiq (a) has said: “The number of those who die because of committing sins is larger than the number of those who die because of their natural death, and the number of those who live because of doing good deeds is larger than the number of those who live because of their real age”.

In my opinion, there are some very important views or implications from the quote:

  1. When, how and  where we will die is surely a mystery, but it is not predestined.  There is  causal relationship between our death and our deeds.
  2. We must be carefull in any aspect of our life, because law of causation is not limited in material word, either it is also applied in spiritual world and in any other world that may be exist. There is always  a particular consequence for any action we did.
  3. Morality is not only a convention. It does exist and has its own law.  It is not only other people who could produce morality consequences toward us. Nature could also respond to any our moral action.

Komentar (1)