Arsip untuk September, 2007

Ciri-ciri kehidupan menurut Fritjof Capra

Apakah yang dimaksud dengan hidup? Mengapa kita menggolongkan tumbuhan, hewan dan manusia sebagai sesuatu (makhluk) hidup? Mengapa gunung, sungai, batuan, air dan awan tidak hidup? Apa dasar yang dipergunakan untuk membedakan hidup dan tidak hidup? Lebih jauh lagi, bagaimana proses terbentuknya kehidupan?

Saya menganggap pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat penting. Saya yakin, demikian juga halnya untuk banyak orang lain. Capra, dalam bukunya hidden connections menjelaskan hal tersebut dengan cukup detil.

Dalam buku hidden connection, Capra menunjukkan bahwa, mengenali ciri-ciri kehidupan dengan lebih dalam merupakan langkah awal dan penting dalam memahami sistem-sistem alam dengan lebih baik. Sistem alam adalah seluruh sistem yang saat ini berjalan di alam: sistem ekologi, sistem finansial, sistem globalisasi, sistem biologis makhluk hidup dll. Bagian awal buku ini menjelaskan ciri-ciri kehidupan dengan rinci.

Bagian-bagian lain buku hidden connections menerapkan pengetahuan ini untuk menganalisa sistem-sistem alam secara khusus. Capra menunjukkan bahwa, perspektif reduksionis saat ini merupakan paradigma yang masih dominan dalam memandang alam. Paradigma ini secara bertahap harus digeser kepada paradigma holistik. Yang dimaksud dengan holistik di sini adalah penggunaan model-model nonlinear kompleks yang lebih intensif untuk memodelkan sistem-sistem alam. Model nonlinear ini berikutnya juga dipergunakan sebagai dasar dalam menentukan teknik serta strategi dalam merekayasa sistem-sistem alam.

038549472601lzzzzzzz.jpg

Bagi saya, buku ini sangat menarik. Saya akan membahasnya secara lebih detil dalam tulisan-tulisan berikutnya.

Komentar (3)

Darah tinggi dan monyet

Kemarin ngobrol dengan P Ari dosen saya di ITB. Ceritanya, akhir-akhir ini beliau merasa kurang sehat. Setelah diperiksa ternyata tekanan darahnya relatif tinggi (gak tahu berapa persisnya. Kenapa bisa begitu? Pak Ari mengaku bahwa kemampuannya untuk mengusir monyet yang bergelantungan di pundaknya tidak terlalu bagus. Jadi, monyet yang sekarang kongkow-kongkow di pundaknya sudah terlanjur banyak. Gimana dong solusinya? Satu-satunya cara adalah dengan mencegah atau membatasi jumlah monyet yang bisa mendekat. Rencananya, beliau akan membangun semacan kerangkeng untuk tujuan ini. Wah, jadi siapa yang dikerangkeng dong? Monyetnya atau P Ari?

Mengapa P Ari bisa memiliki banyak monyet dan apa hubungan monyet dengan tekanan darah tinggi? Jawabannya bisa dilihat di sini: tips monyet

Komentar (6)

Cenderung menunda pekerjaan? Ini tips untuk mencegahnya

Pertama kali saya mendengar tips ini dari P Ari. Tapi, melihat sanad hadisnya, penutur pertamanya ternyata P Armein. Tipsnya begini:

Umpamakan atau kalau bisa visualisasikan bahwa setiap tugas kita adalah seekor monyet yang nongkrong di pundak kita. Semakin banyak tugas yg belum selesai, berarti makin banyak monyet yang nongkrong. Terganggu kan? Menyelesaikan tugas sama dengan mengusir monyet.

monyet.jpg

Jadi kalau tidak mau diganggu monyet, segera selesaikan tugas-tugas anda!

Komentar (14)

Takdir dan Kehendak Bebas

Baru saja saya terlibat diskusi yang menarik dengan Taufik. Topiknya tentang takdir dan kehendak bebas. Apakah maksud takdir bagi manusia? Apakah takdir tersebut sama dengan praketentuan (predestination)? Apakah makna kehendak bebas manusia? Dari situ, diskusi kemudian juga menyentuh topik hukum sebab akibat dan hubungannya dengan kehendak bebas manusia. Diskusi tahap awal ini bisa dibaca di: blognya taufik

Wah, sama dengan Taufik, saya merasa topik diskusinya sangat berat. Kebetulan, saya ingat satu buku dari guru saya, Sayyid Murtadha Mutahhari yang membahas dengan cukup dalam topik ini. Judulnya: Man and Destiny. Akhirnya saya baca kembali buku itu. Kebetulan juga saat ini sedang Ramadhan, sangat kondusif untuk menggali kembali hal-hal penting tentang hidup. Lain kali saya akan tuliskan resume buku tersebut

Komentar (1)

Keanehan dalam kompetisi layanan akses broadband

Sedang kepikiran untuk berlangganan broadband. Karena perilaku kerja saya yang sering pindah-pindah tempat (Biasanya sih nyari cafe relatif murah dan milih tempat duduk di pojokan sehingga sekaligus bisa mengamati orang-orang yang lalu lalang) maka rencananya saya akan berlangganan hsdpa. Beberapa alternatif penyedia hsdpa adalah: indosat, excel dan telkomsel.

Setelah melihat berbagai alternatif tersebut, saya melihat beberapa hal yang menurut saya aneh:

1. Tarif akses broadband 3.5 G hsdpa yang murah dan optimal (cukup untuk menciptakan booming) adalah: 200 ribu/bulan, unlimited. Anehnya, belum ada operator yang berani memasang tarif dengan harga itu. Di sisi lain saya melihat perang harga dalam layanan voice semakin menggila. Mengapa tidak ada operator yang dengan cepat mengambil kesempatan untuk menjadi leader dalam layanan mobile 3.5G (saat ini hsdpa)?

2. Ada beberapa operator yang menawarkan layanan diskon 3.5 G yang menurut saya tanggung. Indosat menawarkan paket diskon (modem murah atau gratis, saat ini harga di pasaran masih relatif mahal) dengan syarat pelanggan harus menandatangani kontrak berlangganan selama dua tahun dan harus memiliki kartu kredit. Layanan ini gagal booming karena sebagian besar pelanggan keberatan dengan masa kontrak dua tahun. Kontrak 2 tahun melebihi batas psikologis untuk ditoleransi oleh pelanggan.

Excel menawarkan paket yang lebih murah (modem murah, harga lebih murah dari indosat) dengan kontrak berlangganan 1 tahun. Namun, ketika saya menyatakan setuju untuk berlangganan, ternyata stok modem yang murah sudah tdk tersedia. Mereka sanggup memesan lagi paling cepat dalam satu bulan. Saya batal berlangganan karena malas menunggu terlalu lama

Telkomsel, menyediakan layanan bertarif Time-Based. Menurut prediksi saya, layanan ini tidak mungkin booming karena perilaku pengguna internet sekarang tidak kompatibel dengan pembayaran secara time-based. Sebagian besar pengguna mengakses internet secara kontinyu dan dalam waktu lama ketika bekerja dengan menggunakan komputer atau notebook, misal: menulis di blog, mencari referensi sekaligus menulis artikel, mengaktifkan yahoo massanger dll.

Jadi semuanya masih serba tanggung! Aneh. Menurut saya ada beberapa sebab yang mungkin:

1. Jaringan mereka belum siap untuk menangani booming pelanggan yang sangat tinggi. Jadi, hambatan2 di atas disengaja untuk mengendalikan kenaikan jumlah pelanggan.

2. Operator tidak siap dengan kemungkinan terjadinya kanibalisme antara bisnis broadband dengan layanan voice-sms. Jika broadband sudah murah, maka pengguna layanan VoIP, yahoo massenger, email secara mobile akan meningkat secara drastis. Hal ini tentu membahayakan bisnis lama mereka. Alternatif kedua ini yang menurut saya paling masuk akal.

Di masa depan akses terhadap jalur broadband yang murah akan menjadi komoditas. Hal ini tidak akan dapat dilawan oleh operator-operator tersebut. Jika akses tidak tersedia melalui layanan 3.5 G atau 4 G yang murah, maka akses tersebut tetap akan sampai ke publik dengan cara lain, misal WiMax. Jadi, untuk operator2 tersebut, masih mau menunggu lagi?

Komentar (4)