Makna kata
Kutipan menarik dari Lewis Carroll:
“When I use a word,” Humpty Dumpty said, in a rather scornful tone, “it means just what I choose it to mean—neither more nor less.” “The question is,” said Alice, “whether you can make words mean so many different things.” “The question is,” said Humpty Dumpty,”which is to be master— that’s all.”
Kriptografi untuk akademisi, ha3
Kutipan pidato dari seorang staf NSA (lembaga sandi AS) ini diambil dari paper Neil Koblitz, The Uneasy Relationship Between Mathematics and Cryptography:
He pointed out that in the real world if your cryptography fails, you lose a million dollars or your secret agent gets killed.
In academia, if you write about a cryptosystem and then a few months later find a way to break it, you’ve got two new papers to add to your résumé!
Tuhan Aku Cinta Padamu
Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu
Sajak ini ditulis oleh WS. Rendra, 31 Juli 2009, di rumah sakit. Saya sungguh-sungguh tak bisa berkomentar untuk sajak ini, terlebih karena sajak ini beliau tuliskan di masa akhir hidup beliau
Meskipun terlambat saya ingin mengucapkan sekali lagi, selamat jalan Rendra…, orang besar, sastrawan besar,guru besar
Mana suaramu pak/bu dokter?? (kasus Ibu Prita)
Sangat prihatin, dan mendukung Ibu Prita.
Hingga saat ini, sepanjang pengetahuan saya, belum ada komentar dari dokter senior atau pihak lain yang netral yang memahami tindakan-tindakan medis dan prosedur rumah sakit mengenai kasus ibu Prita. Jika memang tindakan RS. Omni sudah benar berdasarkan prosedur standar kedokteran, maka nyatakanlah! Jika masih ada kejanggalan dalam prosedur tersebut yang perlu diselidiki lebih lanjut, nyatakanlah juga!
Kami para pasien sangat memerlukan opini dari pihak ketiga yang ahli. Jika tidak ada pihak netral yang ahli dan memiliki kekuatan, bagaimana hak-hak pasien dapat diselamatkan?
Mana suaramu pak/bu dokter???
meyakini Tuhan
Ini bukan tulisan panjang. Barusan baca buku Donny Gahral Adian, Percik Pemikiran Kontemporer dan nemu beberapa terminologi di akhir bab 1:
- Ateisme : paham yang menyangkal keberadaaan Tuhan berdasarkan bukti-bukti rasional.
- Agnotisisme : paham yang tidak menyangkal maupun membenarkan keberadaan Tuhan, karena hal itu berada di luar jangkauan/kemampuan inderawi dan rasio manusia.
- Fideisme : paham yang menyatakan bahwa pengetahuan religius (termasuk: keyakinan pada Tuhan) hanya dapat dijustifikasi atau ditetapkan berdasarkan iman, bukan akal budi.
- Panteisme : paham yang menyatakan bahwa alam semesta adalah Tuhan dan Tuhan adalah alam semesta. Tidak ada perbedaan antara pencipta dan ciptaan, Tuhan berada di manapun, di dalam segala sesuatu, dan adalah segala sesuatu.
- Deisme : paham yang menyatakan bahwa setelah menciptakan alam beserta hukum-hukumnya, Tuhan menarik diri dan tidak memainkan peran di dalamnya. Tuhan digambarkan seperti seorang pembuat jam yang kemudian pensiun
Keyakinan saya termasuk yg mana ya? Keyakinan pembaca? Tidak masuk yg manapun? Atau ada alternatif yg lain?
Ujaran Imam Sadiq
This is a such beautiful quote:
Imam Sadiq (a) has said: “The number of those who die because of committing sins is larger than the number of those who die because of their natural death, and the number of those who live because of doing good deeds is larger than the number of those who live because of their real age”.
In my opinion, there are some very important views or implications from the quote:
- When, how and where we will die is surely a mystery, but it is not predestined. There is causal relationship between our death and our deeds.
- We must be carefull in any aspect of our life, because law of causation is not limited in material word, either it is also applied in spiritual world and in any other world that may be exist. There is always a particular consequence for any action we did.
- Morality is not only a convention. It does exist and has its own law. It is not only other people who could produce morality consequences toward us. Nature could also respond to any our moral action.
komentar baru