Pahlawan

Untuk saya, aksi Pak Omsya ini sangat luar biasa. Ketika terjadi kebakaran di rumah majikannya, Pak Omsya ini berani menantang maut untuk menyelamatkan sepasang majikannya yang terjebak di dalam rumah yg terbakar. Berita selengkapnya lihat di sini. Sungguh layak jadi teladan, khususnya di jaman sekarang, di saat segala sesuatu diukur dengan materi dan tindakan tanpa pamrih menjadi sangat langka.

Saya jadi teringat sebuah cerita yg termuat dalam buku pelajaran Bahasa Indonesia semasa SD dulu. Kalau tidak salah, ada kisah yang judulnya Pahlawan Desa. Kisahnya persis seperti yang terjadi dgn Pak Omsya. Ada yg ingat dengan cerita itu?

Komentar (4)

Penipu, Tipuan dan Tertipu

Baru saja baca berita di detik tentang blue energy. Tampaknya misteri blue energy mulai terbuka saat ini, terutama setelah UMY secara terbuka mengumumkan hasil investigasi (pembongkaran) perangkat pembangkit listrik yang dipasang Joko Suprapto cs diĀ  lingkngan kampusnya. Menarik juga kita simak cerita dari staf peneliti UGM jauh hari sebelumnya tentang pengalamannya ketika berdiskusi dengan kelompok ini.

Misteri Blue Energy

Kronologi Kunjungan Joko Suprapto cs ke UGM

Arifin Asydhad - detikcom

Jakarta - Universitas Gadjah Mada (UGM) pernah didatangi oleh Joko Suprapto dan
Purwanto cs untuk meminta pengakuan atas penemuan pembangkit listrik ajaib dan
bahan bakar air. Namun, UGM tidak terkecoh. Pihak UGM melakukan diskusi dan
menyimpulkan temuan mereka tak bisa dibuktikan secara ilmiah. Mereka juga telah
berupaya menipu.

Berikut kronologi kunjungan Joko Suprapto cs ke UGM sekitar tahun 2005/2006,
yang ditulis oleh Kepala Pusat Studi Energi (PSE) UGM Sudiartono. Redaksi
detikcom mendapatkan kronologi ini pada Rabu (28/5/200 8) kemarin.

Kronologi berikut sesuai tulisan dalam kertas dua halaman itu:

1. Pada tahun 2005/2006, Joko Suprapto Cs (+/- 8 orang) datang ke UGM untuk
memperlihatkan hasil temuannya dalam bentuk Pembangkit Listrik Tenaga (?),
dengan menggunakan +/- 2 mobil.

2. Rombongan diterima oleh Rektor UGM (Prof Sofyan Effendi) di rumah dinas
rektor. Yang membawa rombongan adalah teman Prof Sofyan Effendi dari Magelang.

3. Dari pihak UGM hadir Sudiartono dan Kusnanto dari PSE UGM, Rektor UGM (Prof.
Sofyan Effendi) dan Dr. Chairil Anwar (WR Bidang Kemahasiswaan).

4. Purwanto, pembicara dari rombongan Joko Suprapto menjelaskan dan mendemokan
Pembangkit Listrik Tenaga (?), dengan menggunakan 4 buah batu baterai kecil
ABC, dan ada lampu (+/- 60 Watt) serta panel surya.

5. Kata Purwanto, Pembangkit Listrik Tenaga (???) yang diperlihatkan mempunyai
kapasitas 25 KiloWatt, sehingga membuat Rektor UGM tertarik untuk membeli untuk
keperluan listrik di perumahan UGM.

6. Dalam presentasi, saya tanya apakah di dalam ada accu dan inverter?

Dia jawab tidak ada. Kemudian saya tanya lagi berapa jam lampu akan menyala,
dia jawab selamanya (dari sini saya mulai tidak percaya, karena menyalahi hukum
kekekalan tenaga).

7. Dari diskusi sederhana tersebut, kami sudah mulai curiga, apa maunya. Maunya
adalah minta selembar surat MoU/pengakuan atas hasil ciptaannya dari UGM,
syukur kalau UGM mau membantu membiayai riset untuk menyelesaikan Pembangkit
Listrik Tenaga (???) kapasitas Megawatt pesanan dari PT Leces, Jawa Timur. Saat
itu dia memperlihatkan surat pesanan dari PT Leces ke Rektor UGM.

8. Kemudian dia membagikan kartu nama PT Brahma ……, di bidang energi
alternatif berteknologi Mata-Hati. Kemudian dilanjutkan makan siang, dan
kemudian Rektor UGM meminta saya untuk mendiskusikan secara ilmiah di Pusat
Studi Energi UGM pada hari berikutnya.

9. Sebagai catatan, selama presentasi di rumah dinas Rektor, sopir saya
bertanya ke sopir-sopir mobil rombongan. Ternyata mobil yang digunakan adalah
rental dari Surakarta.

PADA HARI BERIKUTNYA

10. Di Pusat Studi Energi UGM, salah seorang dari kelompok Joko Suprapto, yaitu
Purwanto datang di PSE-UGM dengan menggunakan taksi.

Dari Pusat Studi Energi yang melayani untuk diskusi adalah Sudiartono
(Fisika/Geofisika FMIPA-UGM) dan Kusnanto (Teknik Fisika UGM).

11. Sebelum diskusi, saya tanya latar belakang pendidikan dari Purwanto, dia
mengaku jebolan dari Fisika IKIP Yogyakarta (yang sekarang UNY). Dan di kartu
nama hanya tertulis nama Purwanto, tidak ada gelar Drs. Dan Joko Suprapto
lulusan/jebolan Teknik Elektro UGM.

(Tetapi sebagai catatan, saat ini Purwanto sudah menggunakan gelar Drs, yang
akhir-akhir ini mencoba mengelabui UMY dengan Pembangkit Listrik Tenaga (???)
dan Banyugeni-nya).

12. Dari hasil diskusi seputar pembangkit listrik tenaga (???), yang katanya
tidak ada accu-nya, beliau mulai kesulitan menjawab hukum kekekalan tenaga,
dengan mengatakan dan menceritakan perputaran elektron di orbit suatu atom
serta tenaga eksitasi elektron yang pindah orbit, dll, dll, yang intinya
menceritakan table atom di kuliah Kimia Dasar (Kalau dia dari Fisika memang
akan mendapat materi tersebut).

13. Didalam cerita, beliau mempu menciptakan Pembangkit Listrik Tenaga Matahari
kapasitas GigaWatt, dengan cara melobangi Ozon. Dan dari sini kami mulai sudah
tidak menanggapi lagi, karena sudah kelihatan penipuannya. Dan mulai
melontarkan Bahan Bakar Air, dan kami tidak menanggapi.

14. Karena kesulitan menjawab berbagai pertanyaan seputar Pembangkit Listrik,
akhirnya saya tebak apakah kotak ajaib yang didemokan merupakan PLTJ
(Pembangkit Listrik Tenaga Jin), dan dia jawab tidak.

Kemudian saya tanya

tempat workshop kotak ajaib, dia jawab di Surakarta Jalan Serengan sesuai
dengan alamat kartu nama.

15. Pada hari Sabtu, saya ke Surakarta untuk mencari alamat yang dimaksud, dan
setelah ketemu ternyata alamat tersebut adalah alamat Direktur PDAM Surakarta
dan orang sekitar tidak tahu nama Purwanto dan PT Brahma … yang ada di kartu
nama. Di kartu nama ada nomor fax dengan kode wilayah klaten (0272), nomor
tersebut saya kontak yang menerima anak kecil perempuan. Dan nomor tersebut
berada diwilayak Pakis-Delanggu.

16. Dan saat itu juga, saya telepon no. HP Purwanto, dan saat saya telepon
katanya posisi di Magelang. Dan saya katakan, anda penipu, alamat workshop yang
ditunjukkan adalah rumah Direktur PDAM Surakarta.

Dan saya katakan putus komunikasi, karena anda penipu.

17. Hanya yang kami sayangkan, saat di rumah dinas rektor UGM waktu itu, dia
mengambil foto-foto Rektor dan yang lain. Yang kami khawatirkan, dengan
foto-foto tersebut mungkin akan digunakan untuk mencari mangsa di tempat lain.

18. Berkaitan dengan PT Leces, saya menyuruh staf PSE untuk melacak ke Jawa
Timur by phone kebenaran surat pemesanan itu

Demikain sekilas informasi tentang kelompok Joko Suprapto di UGM. Ini semua
karena kepanikan masyarakat dan para pimpinan pemerintahan berkaitan krisis
energi. Sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencari
keuntungan dan popularitas. Pihak Perguruan Tinggi (UGM/ITB) perlu tanggap
dengan hal tersebut, tidak perlu menyalahkan siapa pun, semua salah. Dan mari
kita di UGM kita jalin kebersamaan dan keterbukaan baik keilmuan maupun yang
lain untuk melakukan riset berbasis produk nyata yang dapat digunakan untuk
mengatasi krisis energi dan krisis segalanya.

Yogyakarta, 28 Mei 2008

Pusat Studi Energi UGM

Kepala

SUDIARTONO

Komentar (3)

Film bagus: Medley

medley

Baru saja nonton film ini. Buagusss bangeett!

Setelah berkali-kali kecewa waktu nonton beberapa film Indonesia lainnya: Coklat Strawberry, Kawin Kontrak dll. Akhirnya nemu film ini. Sebelumnya sampai-sampai mikir, apa gak nyesel ya orang2 yg terlibat di film-film jelek seperti itu, karena gak ada maknanya sama sekali untuk yg nonton.

Tapi, setelah nonton ‘Medley’, kekecewaan langsung terobati. Ternyata ada satu lagi film Indonesia yg bagus (diantara sekian banyak yg payah). Menurut saya, ide film ini sederhana banget, tentang pilihan hidup dan bagaimana mensyukuri hidup. Klise ya? Tapi tidak utk film ini. Karena cara penyampainnya halus dan tidak menggurui. Skenario bagus, pemain2nya juga bagus, khususnya si Rachel Maryam. Bagus banget! Alex Komang juga bagus dengan aura, bahasa tubuh dan suara yg berwibawa dan sekaligus pas.

Ide penceritaan alur kehidupan secara paralel begini sebenarnya bukan hal baru sih. Setidaknya pernah saya tonton di: Butterfly Effect, Run Lola Run, dan Devil’s Advocat. FIlm ini berhasil menggunakan gaya yg sama untuk menyampaikan pesan-pesan filosofis yg membumi.

Singkatnya, film ini sangat saya rekomendasikan untuk ditonton. Selamat menonton! Setelah nonton, boleh bagi2 kesannya lewat komentar di sini

Komentar (12)

Secercah harapan untuk Bandung

Ada kabar gembira pagi ini (link di sini)! Seorang guru saya, yg menjadi panutan saya, mencalonkan diri sebagai Wakil Walikota Bandung. Beliau adalah Arry Akhmad Arman.

Mengapa saya sebut ini adalah secercah harapan bagi Bandung?

Karena sebelumnya saya melihat berbagai hal yg semakin memburuk di kota ini:

  1. Jalan2 raya di Bandung semakin rusak
  2. Saluran air yg terhambat dan didesain secara acak2an
  3. Pembangunan pusat2 perbelanjaan baru (Mall) yg semakin tidak terkendali
  4. Penebangan pohon2 di Bandung Utara yg semakin tidak terkendali
  5. Kemacetan yg semakin parah
  6. Belum ada solusi yg sistematis untuk memberdayakan warga yg saat ini menjadi pe-minta2 di jalan.

Saya sangat mengenal P Arry. Bapak ini harus kita dukung hanya jika kita mengharapkan pemimpin yang:

  1. Memiliki integritas tinggi dan selalu berusaha melakukan tindakan yg sejalan dengan prinsip-prinsip yg benar
  2. Memiliki latar belakang keilmuan yg kuat sehingga seluruh kebijakan yg dihasilkan selalu berdasarkan alasan-alasan yg kuat.
  3. Sangat terbuka terhadap kritik.
  4. Sangat bertanggung jawab terhadap seluruh kebijakan dan tindakan yg telah diambil. Tidak menghindar atau lempar tanggung jawab ketika ada masalah di belakang
  5. Memiliki wawasan yg luas mengenai berbagai kota di dunia
  6. Memiliki visi yg jelas
  7. Memiliki program-program kerja yg jelas dan spesifik

Untuk menghadapi berbagai permasalahan di Indonesia, kita memerlukan semacam quick win. Saya menganggap quick win ini dapat diwujudkan dengan lingkup yg lebih sempit, misalnya kota Bandung.

Jika kita dapat mewujudkan kota Bandung yg lebih baik, maka kita akan semakin yakin bahwa kita dapat mewujudkan Indonesia yg lebih baik

Karena itulah, saya menganggap bahwa pencalonan diri P Arry ini merupakan harapan bagi Bandung dan sekaligus bagi Indonesia.

Jadi?

Dukung Syinar Independen sebagai pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bandung!

Saya menunggu visi dan program kerja spesifik menurut Syinar Independen. Maju terus Syinar Independen!

Komentar (9)

TERROR yg sukses via UN

Sangat prihatin setelah baca berita-berita ini: Ketika Pensil Anak-anak Itu Tidak Bergerak, Polisi Sita Lembar Jawaban Siswa, Puluhan Peserta Ribut dengan Pengawas Ujian, Penangkapan Densus 88 Dinilai Berlebihan.

Lebih dari sekedar menguji kemampuan akademis siswa, pelaksanaan UN tampaknya juga ditujukan untuk menguji daya tahan siswa, guru dan orang tua siswa dari TERROR. Saya sangat menentang kecurangan di dunia pendidikan dalam bentuk apapun. Namun, apakah perlu Densus 88 turun langsung untuk mengamankan UN? Kenapa tidak sekalian saja menurunkan tentara dgn senjata lengkap sebagai pengawas ujian?

Makin resah setelah membaca ini: Mendiknas Bantah Soal UN Bocor. Apakah membocorkan soal merupakan satu2nya cara untuk curang? Jangan2 kesibukan Mendiknas dari tahun ke tahun hanyalah melaksanakan UN dan mencegah kebocoran UN. Mendiknas tampaknya sangat sukses menjadikan UN sebagai THE ULTIMATE GOAL pendidikan di Indonesia.

Silahkan saja siswa dan guru bekerja sama dalam bentuk apapun (termasuk melaksanakan kecurangan) untuk lulus UN. Tapi ingat, kami tidak segan-segan mengerahkan pasukan anti terror untuk mencegah segala bentuk kecurangan!

Komentar (6)

Lagi tentang randomness

Nothing in Nature is random… A thing appears random only through the incompletness of our knowledge (Spinoza)

Komentar (2)

Tentang bilangan random

Barusan ketemu lagi quote ini:

Anyone who uses arithmetic methods to produce random numbers is in a state of sin (John von Neumann)

Dulu2 sih tidak terlalu menganggap penting maksud dari quote itu. Tapi hari ini beda, kalimat itu terucap berulang-ulang di kepala saya…

Sepertinya ini ada hubungannya dgn hukum sebab akibat, takdir dan kehendak bebas (-topik yg sangat ingin saya tulis tapi belum jadi2 juga…-). Atau ini cuma tentang kriptografi ya…?

Komentar (7)

Membandingkan keamanan/kekuatan algoritma sandi (kripto)

Ini adalah lanjutan dari tulisan sebelumnya: keamanan sistem kripto

Lagi-lagi, saya akan mulai dari definisi. Maklum…, masih bingung. Posting sebelumnya telah menjelaskan tiga definisi keamanan sistem kripto menurut Shannon. Di sini, saya akan menuliskan definisi yg lebih umum (merujuk ke Ritter’s Crypto Glossary):

Definisi_1 Keamanan atau kekuatan sistem kripto adalah: kemampuan sistem untuk menanggulangi berbagai serangan terhadapnya agar tujuan pengamanan (misalnya: menjaga kerahasiaan/secrecy/confidentiality) dapat tercapai.

Definisi_2 Ukuran keamanan/kekuatan sistem kripto adalah: upaya dan sumber daya minimum yang diperlukan untuk mematahkan keamanan sistem kripto tersebut.

Jadi, jika saya memiliki dua cipher, sebut saja A dan B, bagaimana saya menentukan cipher mana yg lebih aman/kuat? Dari definisi_2, kita harus menentukan cipher mana yg membutuhkan upaya atau sumber daya minimum yang paling besar untuk membongkarnya. Jika kita membutuhkan waktu 5 tahun untuk membongkar cipher A dan 3 tahun untuk membongkar cipher B dengan maka cipher A lebih kuat dari cipher B.

Selanjutnya, bagaimana cara kita menentukan sumber daya minimum yang dibutuhkan untuk membongkar cipher A?

Karena yg kita cari adalah sumber daya minimum, maka, sebelumnya kita harus menemukan teknik atau cara serangan yang paling efisien diantara seluruh serangan yg mungkin dilakukan. Kita sebut saja serangan paling efisien ini sebagai ult_attack (kependekan dari ultimate attack). Kemudian, kita hitung sumber daya yg dibutuhkan utk melakukan ult_attack tersebut dan hasilnya kita tetapkan sebagai ukuran kekuatan cipher A. Hal yg sama kita lakukan jg terhadap cipher B sehingga kita dapat membandingkan kekuatan dua cipher tersebut.

Bagaimana kita menemukan teknik atau cara serangan yg mungkin terhadap sebuah cipher?

Kegiatan membongkar keamanan cipher disebut sebagai cryptanalysis (kriptanalisis atau analisa sandi). Tekniknya bermacam-macam dan akan saya bahas dalam tulisan lain. Kita ambil contoh, bahwa sekelompok ahli kriptanalisis telah menemukan lima teknik serangan terhadap cipher A. Teknik serangan ini diberi nama attackA_1, attackA_2,…, attackA_5.

Apakah serangan paling efisien terhadap cipher A, yaitu ult_attackA, dapat kita tentukan dari lima macam serangan tersebut.

Namun, pertanyaan yg seharusnya diajukan sebelum pertanyaan di atas adalah:

Apakah tidak ada teknik serangan selain lima teknik serangan tersebut?

Disiplin ilmu kriptanalisis ternyata tidak dapat menjawab pertanyaan yg terakhir. Singkatnya, para ahli itu hanya mengatakan bahwa mereka telah menemukan 5 jenis serangan yg mungkin. Penemuan itu tidak dapat menafikan kemungkinan adanya serangan lain. Jadi, kita dapat saja menentukan ult_attack, namun metodologi kriptanalisis sama sekali tidak dapat menjamin ketiadaan jenis serangan lain yang lebih efisien daripada ult_attack.

Kembali lagi ke cipher A dan cipher B. Kekuatan dua cipher tersebut hanya dapat dibandingkan secara relatif berdasarkan beberapa teknik serangan yang telah diketahui. Kita akan mengulang kembali langkah-langkah analisis di atas:

Untuk cipher A. Pakar kriptanalisis telah menemukan 5 teknik serangan terhadap cipher A, yaitu: attackA_1,… ,attackA_5. Dari kelimanya, kita dapat menentukan teknik mana yg paling efisien, sebut saja sebagai ult_attackA.

Untuk cipher B. Pakar kriptanalisis telah menemukan 3 teknik serangan terhadap cipher B, yaitu: attackB_1, attackB_2, attackB_3. Dari ketiganya, kita dapat menentukan teknik mana yg paling efisien, sebut saja sebagai ult_attackB.

Perbandingan kekuatan cipher A dan B dapat dilakukan dengan membandingkan besarnya upaya atau sumber daya yg diperlukan untuk melakukan ult_attackA dan ult_attackB. Cipher yg lebih kuat adalah cipher yg membutuhkan sumber daya yg lebih besar.

Note:

cipher : merupakan sistem kripto yg dipergunakan untuk mengacak/menyandikan/mengenkripsi data.

Komentar (9)

« Tulisan sebelumnya